Ketika kutuliskan mimpiku satu persatu di peta hidup.  Seakan Allah dan semesta mendukungku. Mimpiku menjadi nyata.

Untuk kedua kalinya, aku dan suami membuat peta hidup. Peta hidup ini berisi  goal yang akan kami capai dan timeline-nya dalam dua tahun. Harapannya adalah agar kami tetap bergairah menjalani kehidupan selain sibuk dengan bekerja dan urusan rumah tangga. Untukku pribadi salah satunya adalah menyiapkan S3 ku. Kami berencana, dalam 2 tahun ini aku sudah siap untuk S3. Bismillah..

Allah begitu Maha Baik. Sebuah kesempatan besar datang padaku di awal tahun. Beasiswa untuk S3 di ITB dengan catatan harus kuliah  maksimal tengah tahun ini, Agustus 2020. Namun, hatiku gundah. Mimpi ini datang lebih cepat dari rencanaku. Sedangkan bayi kecilku masih sangat butuh perhatian.

Kala itu, bayi kecilku masih berusia 6 bulan. Ketika nanti aku mulai kuliah, dia akan berusia 1 tahun.  Menurut tumbuh kembang anak dan keluarga, memang saat itu adalah masa anak-anak mulai sibuk dan mau main sendiri. Akhirnya, aku mencari dan membaca bagaimana menjadi mahasiswa S3. Bisa dibilang jadwalnya lebih longgar, tergantung pada diri pribadi, tapi memang tuntutan penelitiannya tinggi. Aku berusaha meyakinkan hati ini.

Setelah diskusi panjang lebar dengan suami, keluarga dan pembimbingku terkait dengan kemampuan dan kapasitasku saat ini. Akhirnya aku memilih untuk menyiapkan S3 ini. Sebuah kesempatan, tanpa melalui proses panjang dan ribet. Awal Maret aku mulai menyiapkan berkas dan mendaftar S3. Pendaftaranku ini lagi-lagi tak luput juga dengan drama yang membumbuinya.

Alhamdulillah, sekarang aku resmi menjadi mahasiswa doktoral. Kuliah perdana di Agustus ini. Aku tentu perlu membagi waktu dengan baik, menguatkan hati dan menambah energi agar bisa terus membersamai anak dan suami dengan maksimal.

Sejujurnya, kuliah daring di awal semester ini memberikan keuntungan tersendiri bagiku dan gadis kecilku. Rencanaku, untuk bisa terus menemaninya hingga 1000 hari pertama hidupnya juga bisa terwujud. Meskipun sedikit kalang kabut di minggu pertama ini. Setidaknya kami tetap bisa bermain bersama, kemudian aku juga bisa curi-curi waktu menunaikan tugasku sebagai mahasiswa. Jadilah, sekarang aku sedang menjalani kehidupan baruku sebagai doktoral mom. Bismillah, semoga bisa kuat ya.

Nah teman-teman, sedikit pesan dariku dan kutahu sebenarnya sudah sering kita baca : “Bermimpilah, Tuliskan, Visualisasikan, Yakini dan Doakan dengan sepenuh hati. Akhirnya serahkan pada Yang Kuasa“. Kalo aku, mimpi-mimpi ini selalu kutuliskan dan kuusahakan dalam bentuk peta hidup yang bisa dilihat dengan mudah.

Sekian dulu cerita singkatku. Terima kasih sudah membaca.